BEIJING - Beberapa nelayan di Fujian, China tanpa sengaja menangkap penyu laut besar yang terjebak di jaring ikan mereka pada Senin 21 Maret 2016. Namun, para nelayan tersebut justru mengembalikan hewan yang dilindungi itu ke laut dan menolak untuk menjualnya dengan harga yang diketahui sangat mahal.
Seperti dilansir dari Shanghaiist, Rabu (23/3/2016), penangkapan tidak sengaja tersebut bermula ketika si nelayan yang bernama Li Awei dan rekan-rekannya seperti biasa berlaut ke lokasi yang letaknya tidak jauh dari desanya. Saat Awei menarik jaringnya, ia merasa mengangkat beban yang sangat berat, kemudian ia meminta rekan-rekannya untuk membantu. Ternyata mereka telah menemukan penyu besar yang berukuran panjang 107 cm dan lebar 73 cm dengan bobot 67,5 kg.
Penemuan itu menjadikan Awei sebagai pria yang banyak dicari oleh penduduk kota Fujian, China. Beberapa orang telah menawarkan harga untuk mendapatkan penyu indah tersebut bahkan hingga sebesar RMB10 ribu atau sekira Rp20 juta.
Namun, Awei menolak semua tawaran tersebut. Dia dan rekan-rekannya sepakat untuk mengambalikan hewan besar tersebut ke laut. Penduduk setempat yakin bahwa melihat hewan seperti penyu laut besar dapat mendatangkan pertanda baik, dibandingkan harus menanggung risiko dengan mengambil keuntungan yang cepat.
Biro Kelautan dan Perikanaan lokal mengidentifikasi penyu laut tersebut adalah jenis Olive Ridley, yang merupakan hewan laut yang terdaftar sebagai kelas kedua yang dilindungi negara.
Meskipun menjadi kaya dianggap mulia, banyak masyarakat China yang juga mempercayai bahwa melepaskan makhluk hidup lain justru mendapatkan kemuliaan moral lebih.
Menurut penulis yang sangat berpengaruh di China Lin Yutang, ikan dilepaskan sebagai doa untuk pencerahan, sementara penyu dilepaskan sebagai doa untuk umur panjang.
Di beberapa tahun terakhir, tradisi ini dijadikan bisnis oleh agen ilegal perkembangbiakan hewan agar orang-orang dapat melepaskan makhluk hidup lain. Lebih buruk lagi, hewan-hewan tersebut dilepaskan lagi ke habitatnya, supaya dapat ditangkap oleh nelayan yang tidak jauh dari lokasi untuk meraup keuntungan.
(Rahman Asmardika)