Jelajah Petirtaan di Sisi Timur Gunung Arjuna (III)

Hari Istiawan, Jurnalis
Rabu 23 Maret 2016 01:01 WIB
foto: Hari Istiawan/Okezone
Share :

MALANG - Dari Sumber Awan, konon, Raja Hayam Wuruk melanjutkan perjalan ke Sumber Biru atau Kedung Biru. Lokasinya berada di Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Sumber Biru dan Sumber Nagan merupakan salah satu sumber suci yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Sebelum Majapahit berdiri. Kesakralan kedua sumber ini juga menjadi daya Tarik tersendiri. Sebab, keris tempat menyucikan keris Empu Gandring juga dilakukan di dua sumber ini. Setelah direndam di sumber biru, keris tersebut disucikan di sumber nagan.

Sejarahwan Dwi Cahyono menjelaskan, sumber biru ini dinamakan demikian karena warna airnya kebiru-biruan ketika terkena pantulan sinar matahari. Sayangnya upaya pemugaran merusak dinding-dinding bata kuno. "Yang masih tersisa adalah lantainya yang masih bisa dilihat batu bata kunonya,” ujar Dwi.

Debit airnya kini juga mengecil sehingga terancam akan megering jika tidak dilakukan upaya penyelamatan. Berbeda dengan sumber nagan yang dulu airnya mengalir dari pancuran arca berbentu naga. Kini, arca-arca tersebut tidak ada dan diganti dengan pipa paralon.

Kendati demikian, kedua sumber ini masih menjadi tempat bagi orang-orang yang ingin mensucikan dengan menggunakan medium air atau diksa air. Di hari-hari tertentu banyak pengunjung yang mandi di dua sumber yang sakral dan memiliki nilai historis yang tinggi.

Diceritakan Dwi, sama dengan aliran sumber air di Watu Gede, air yang mengalir dari sumber biru dan sumber nagan juga mengalami proses pensucian dengan melewati medium arca yang digunakan sebagai tempat mengalirnya air dari babakan banyu, tempat keluarnya air menuju sungai-sungai.

“Air suci ini kemudian mengisi sungai-sungai menuju laut dan samudra,” ujar Dwi.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya