ANKARA – Turki menyampaikan kecamannya terhadap Duta Besar (dubes) Jerman Martin Erdmann terkait lagu satir yang mengejek Presiden Recep Tayyip Erdogan. Erdmann pun dipanggil pekan lalu untuk menghadap pimpinan Partai AKP itu.
Dalam video yang ditayangkan di situs stasiun televisi ARD, terdapat lagu yang liriknya mengejek tindakan Erdogan menangkapi para jurnalis. Lirik lagu yang sama juga mengkritik pilihan Turki untuk menghabisi militan Kurdi alih-alih ISIS. Dalam video itu juga terlihat potongan gambar Erdogan yang terjatuh dari kuda.
“Jurnalis yang menulis sesuatu yang tidak disukai Erdogan akan dipenjara keesokan harinya,” bunyi lirik tersebut, dikutip Belfast Telegraph, Selasa (29/3/2016).
Ketua Federasi Jurnalis Jerman Frank Ueberall mengatakan, Erdogan telah kehilangan daya cengkeramnya di pemerintahan Turki. Ueberall juga mencibir kemarahan Erdogan adalah sesuatu yang perlu ditertawakan. Dia juga menegaskan orang-orang tidak boleh mengingkari fakta bahwa pemenjaraan wartawan di Turki adalah kenyataan yang pahit.
Selain memanggil Erdmann, Turki juga memanggil beberapa diplomat asing pekan lalu. Turki menyampaikan protes secara formal terhadap para diplomat itu karena menghadiri persidangan dua wartawan yang dinilai sebagai oposisi pemerintah.
(Wikanto Arungbudoyo)