BERLIN – Ankara dilaporkan menekan Berlin untuk menghapus video satir yang mengejek Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Duta Besar Jerman, Martin Erdmann, bahkan dipanggil untuk menyampaikan protes secara resmi. Namun, media itu ngeyel dan membandel.
Alih-alih menghapus, video bertajuk ‘Erdowie, Erdowo, Erdogan’ itu malah ditambahi subtitle berbahasa Inggris dan Turki. Video tersebut ditayangkan oleh kanal Extra 3 di akun YouTube. Meski dipanggil, Martin Erdmann, malah menegaskan jika Jerman adalah negara yang menjunjung tinggi kebebasan termasuk kebebasan berpendapat.
Alhasil, NDR, semakin menjadi-jadi. Mereka mengunggah karikatur yang meledek aksi Erdogan membungkam media. Digambarkan, pria 62 tahun itu tengah memegang tabung pemadam kebakaran di depan laptop disertai ucapan, “Musnahkan video ini, atau saya musnahkan internet”.
“Pemerintah Turki tampaknya telah mengambil aksi diplomatik yang tidak sejalan dengan pemahaman kami mengenai kebebasan pers dan berpendapat,” ujar Pemimpin Redaksi NDR, Andreas Cichowicz, sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (30/3/2016).
Dalam video yang diprotes Turki tersebut, terdapat sebuah lirik lagu yang berbunyi, “Ketika jurnalis menulis sesuatu yang tidak disukai Erdogan, dia akan segera mengirim Anda ke penjara. Lewat tembakan gas dan water cannon dia berkendara melewati malam”.
Meski diprotes, video tersebut nyatanya cukup populer di YouTube. Versi berbahasa Inggrisnya ditonton lebih dari 1,7 juta kali dalam kurun waktu 24 jam setelah muncul berita Turki memanggil Martin Erdmann.
Berikut video tersebut: