Kendati demikian, Johariah bersama dengan 'manusia perahu' lainnya tetap bersikeras untuk tinggal di atas perahu. Mereka menolak untuk disuruh pindah dari lokasi tersebut.
Johariah yang masih memiliki empat orang anak yang masih bersekolah tersebut keberatan jika harus tinggal di rusun yang disediakan, lantaran rusun yang diberikan dinilai tidak setimpal dengan kerugian yang dialaminya.
Dia akan tetap tinggal di atas perahunya hingga pemerintah memberikan ganti rugi berupa bantuan uang tunai atas pembongkaran bangunan miliknya.
"Saya maunya ada ganti rugi biar bisa cari kontrakan di tempat lain. Di sini diusir, di sono diusir, matiin aja sekalian," kesal Johariah.
(Fahmi Firdaus )