"Jika fungsi pengawasan dan intelijen keimigrasian berjalan baik, seharusnya masalah ini bisa dideteksi dan diselesaikan sejak sebulan lalu ketika mereka mulai melakukan aktivitas pengukuran. Petugas imigrasi kita mestinya bisa mendapat bahan keterangan dari masyarakat mengenai hal tersebut," terangnya.
Ia menambahkan, seharusnya kasus seperti ini menjadi perhatian lantaran terjadi di jantung Ibu Kota. Apabila Jakarta saja kebobolan, maka perlu dikhawatirkan hal yang sama terjadi di daerah lainnya karena sulitnya melakukan pemantauan.
"Kami berharap agar Menkumham dapat melakukan evaluasi serius terhadap kinerja Dirjen Imigrasi," pungkasnya.
(Awaludin)