PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi sembilan titik panas (hot spot) di Pulau Sumatera, Kamis (5/5/2016). Titik panas itu tersebar di dua provinsi.
"Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, titik panas tersebar di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) 5 titik dan Sumatera Selatan (Sumsel) 4 titik," kata staf analisi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi di Riau.
Sementara untuk Riau yang selama ini mendominasi titik panas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan tidak ditemukan. Meski demikian, semua pihak diminta waspada.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rahman meminta semua pihak melakukan sosialiasi agar tidak terjadi kebakaran.
Pemprov Riau saat ini juga telah membentuk Badan Kordinasi Penyuluhan yang berkantor Pekanbaru. Mereka ditugaskan melakukan sosialiasi sampai kepelsok desa. Tim Bakorluh Provinsi Riau dibantu oleh Tim Peduli Api Asian Agri.