Ruang Kerja Bupati Digeledah, Juru Bicara Keluarga: Ini Jebakan!

Demon Fajri, Jurnalis
Kamis 12 Mei 2016 19:20 WIB
Foto: ilustrasi Okezone
Share :

BENGKULU - Anwar Hamid, juru bicara keluarga Bupati Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Dirwan Mahmud, meyakini, jika penemuan barang diduga narkoba yang ditemukan BNNP Bengkulu, di ruang kerja bupati tersebut bukan milik Dirwan.

Hal tersebut, kata sepupu Dirwan ini, sejak dirinya kenal Dirwan tidak merokok, tidak mengopi dan tidak minum teh terlebih lagi minuman beralkohol.

Anwar bercerita, saat penggeledahan di ruang kerja bupati, Dirwan sedang menghadiri acara maulid Nabi Muhammad. Lantaran ada BNNP ingin menggeledah ruangan dirinya langsung pulang ke kantornya.

"Karena merasa tidak ada apa-apa, makanya dia mempersilahkan penggeledahan ruangan kerjanya oleh BNNP. Ini diduga jebakan!," kata Anwar, saat ditemui awak media, Kamis (12/5/2016).

Anwar mengulas, sebelum penggeledahan ruang kerja bupati, Selasa 10 Mei 2016, sekira pukul 10.01 WIB oleh BNNP, pada Senin 09 Mei 2016 ada tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekira pukul 15.01 WIB menemui bupati. Satu dari tiga orang itu, terang dia, merupakan salah satu kepala dinas di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Selatan.

"Saya tidak menyebut nama. Orang yang tidak dikenal tidak mungkin bisa masuk ke ruang bupati, lantaran dia pejabat makanya bupati mempersilahkan masuk," jelas Anwar.

Yang lebih mengejutkan lagi, tambah dia, delapan staf bupati, enam orang perempuan dan dua pria yang menjaga pintu masuk tidak mengetahui buku tamu didepan ruang kerja bupati yang hilang.

Tidak hanya itu, Anwar menduga, empat hari sebelum penggeledahan CCTV di sekitar ruangan kerja bupati mati. Hal tersebut, dugaan dia, sengaja dimatikan oleh orang yang diduga ingin menjebak bupati. Terlebih lagi, kata dia, tidak ada satu pun yang mengetahui jika CCTV dan anehnya buku tamu bisa hilang.

"Kami tidak ada menuduh siapa-siapa. Dan kami tidak ada membela diri," sampai Anwar.

Anwar juga menduga, para pelaku menginginkan Dirwan bisa turun dari jabatannya. Sebenarnya, lanjut Anwar, masalah ini sudah diingatkan sejak dua bulan lalu. Namun, Dirwan belum begitu menanggapi hal tersebut.

Menyikapai atas kejadian itu, tambah Anwar, pihak keluarga sudah membuat tim guna mencari data atas kejadian yang diduga dijebak tersebut. Sebab, terang dia, persoalan itu sudah menjadi persoalan keluarga.

"Kita akan mencari data dan membantu BNN siapa pemilik barang itu. Kalau sudah valid akan kita sampaikan,'' terang Anwar.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya