Serangan Teroris Diduga Penyebab Pesawat Mesir Hilang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Jum'at 20 Mei 2016 09:32 WIB
Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sherif Fathy (Foto: Mohamed Abd el Ghany/Reuters)
Share :

KAIRO – Pesawat milik maskapai pelat merah Mesir, EgyptAir, hilang dari pantauan radar ketika terbang dari Bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis, menuju Kairo, Mesir. Pesawat Airbus A320 itu hilang di ketinggian 37 ribu kaki saat sudah memasuki wilayah Mesir. Hingga kini belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat.

Menteri Penerbangan Sipil Mesir, Sherif Fathy, mengatakan bahwa serangan teroris kemungkinan besar menjadi penyebab hilangnya pesawat dengan nomor penerbangan MS840 tersebut. Namun, Fathy meminta berbagai pihak tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan atau berspekulasi mengenai hilangnya pesawat.

Sementara Direktur Agen Keamanan Federal Rusia (FBS), Alexander Bortnikov, meyakini serangan terorislah yang menyebabkan pesawat jatuh. “Dengan sangat menyesal, satu lagi kecelakaan menimpa pesawat dari maskapai Mesir. Tampaknya ini adalah serangan teroris yang menewaskan lebih dari 66 orang,” ujarnya, seperti dilansir Russia Today, Jumat (20/5/2016).

Spekulasi tersebut mau tidak mau mengarahkan kecurigaan pada sistem keamanan di Bandara Charles de Gaulle, Prancis. Ahli Penerbangan Sipil Australia, Geoffrey Thomas, mengatakan sistem keamanan di bandara tersebut sangat bagus. Namun, bukan berarti tidak bisa dibobol.

“Salah satu ketakutan industri penerbangan adalah ‘orang dalam’ ketika Anda memiliki pekerja bandara yang bisa saja berafiliasi dengan kelompok tertentu. Selalu ada kemungkinan sesuatu diselundupkan ke dalam kabin pesawat,” beber Thomas.

Sejumlah media melaporkan ada beberapa kasus pelanggaran keamanan serius di Bandara Charles de Gaulle dan Bandara Orly. Puluhan staf bandara tengah diintai oleh intelijen karena dukungan mereka atau memiliki hubungan dengan kelompok radikal tertentu.

EgyptAir yang bertolak dari Paris menuju Kairo hilang dari pantauan radar pada Kamis 19 Mei pukul 02.45 waktu Mesir. Sejumlah 30 dari 66 orang yang berada di dalam pesawat tersebut merupakan warga negara Mesir. Sebanyak 15 orang merupakan warga Prancis dan dua warga negara Irak.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya