Saat di puncak, ia bertemu dengan rombongan pendaki asal Jakarta dan Bekasi, tetapi mereka turun lebih dulu. Supyadi dan Zirli baru sampai puncak Mahameru pukul 09.00 WIB.
Sebelum mendaki memang ada peringatan dari petugas di pos pendaftaran bahwa zona aman di puncak Mahameru itu hanya sampai pukul 10.00 WIB. Karena sudah melewati pukul 10.00 WIB, kepulan asap itu mulai menghitam dan mengandung racun belerang yang bisa menyebabkan kematian. Sehingga ia langsung turun saat itu.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih pada Tim SAR dan seluruh masyarakat yang sudah mendoakan saya" kata dia.
Sebagaimana diketahui, Supyadi dan Zirli dilaporkan hilang saat mendaki Semeru pada 20 Mei 2016. Setelah dilakukan pencarian, keduanya ditemukan selamat pada Selasa 24 Mei 2016.
(Salman Mardira)