Rita Krisdianti Korban Sindikat Narkoba Internasional

Feri Agus Setyawan, Jurnalis
Senin 30 Mei 2016 18:17 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Rita Krisdianti, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo, Jawa Timur yang divonis hukuman gantung oleh Pengadilan Tinggi Pulau Penang Malaysia merupakan korban sindikat narkoba jaringan internasional.

Rita Krisdianti tak mengetahui tas yang dibawanya dari New Delhi, India atas perintah dua orang rekannya yang baru dikenalnya di Makau itu berisi narkoba jenis sabu seberat empat kilogram. Rita sempat menjadi pekerja rumah tangga di Hong Kong.

"Betul (korban sindikat narkoba internasional). Dia ditipu orang menitipkan koper, ternyata isi koper sabu-sabu," kata Analis Kebijakan Migrant Care, Wahyu Susilo saat berbincang dengan Okezone, Senin (30/5/2016).

Wahyu pun sedikit bercerita terkait awal mula kasus ini bisa menjerat Rita. Menurut dia, Rita tercatat sebagai buruh migran yang diberangkatkan oleh PT Putra Indo Sejahtera (PT PIS), Madiun ke Hong Kong pada Januari 2013.

"Belum genap tiga bulan bekerja, Rita dikembalikan ke agensi di Hong Kong yang selanjutnya menempatkannya ke Makau untuk menunggu pekerjaan dan visa," ujar dia.

Kemudian, pada Juli 2013, Rita berencana pulang ke Indonesia karena sudah tiga bulan berada di penampungan agensinya di Makau. Saat hendak pulang, ada temannya yang menawarkan pekerjaan sampingan berupa bisnis kain sari dan pakaian.

Mendapat tawaran bisnis lantaran tak memiliki pekerjaan di negeri orang, Rita pun tergiur. Dia diminta untuk pergi ke New Delhi, India guna mengambil kain sari tersebut. Setelah berangkat, kain tersebut dimasukkan di koper dan akan dikirim ke Malaysia.

"Pada 10 Juli 2013, sesampainya di Bandar Udara Internasional Bayan Lepas, Penang, Malaysia, Rita ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia karena koper tersebut ternyata berisi paket narkotik seberat empat kilogram," tutur Wahyu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya