"Nanti dari situ kelihatan kok mana nelayan asli mana nelayan enggak. Kamu lihat enggak kasus Kapuk Kamal itu rusun buat nelayan, akhirnya dijual Rp150 juta Rp200 juta nah itu kan kejadian dulu. Makanya, sekarang saya ketatin dulu rusun. Kalau-kalau ada orang yang memang pura-pura jadi nelayan padahal aktivis. Saya kira nelayan enggak begitu kok," terang Ahok.
Ia menambahkan, Pemprov DKI juga akan memberikan bantuan berupa alat tangkap bagi para nelayan yang terdampak relokasi karena adanya megaproyek reklamasi. "Lebih baik kasih rumah yang baik dan alat tangkap ikan yang baik, budidaya yang baik, terus anaknya bisa sekolah," ungkap Ahok.
Selanjutnya, Pemprov DKI juga akan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi guna memberikan pendidikan kepada anak nelayan. Bagi Ahok, Pemprov DKI berkomitmen akan mengguyur 80 persen keuntungan dari proyek reklamasi yang akan diberikan kepada para nelayan.
"Nanti kita juga mau kerjasama dengan sekolah tinggi perikanan yang ada di Pasar Minggu. Kita sudah ketemu kepalanya! Lulusan sana rata-rata anak nelayan. Jadi dia cuma butuh modal 'saya bilang DKI modalin deh, nanti bagi hasil berapa, 80 persen buat dia dan 20 persen buat DKI," pungkasnya.
(Awaludin)