Respons Pemerintah Sudah Tepat Terkait Isu Bangkitnya PKI

Reni Lestari, Jurnalis
Sabtu 04 Juni 2016 07:37 WIB
Foto: Ilustrasi (Okezone)
Share :

JAKARTA – Pengamat Intelijen, Nuning Kertopati menilai pemerintah sudah sesuai dalam menjaga keutuhan Pancasila menghadapi ancaman ideologi lain, termasuk isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurut dia ideologi komunis tumbuh di semua negara. Namun yang harus dipastikan adalah keberadaan ideologi itu tidak menganggu stabilitas negara.

“Saya rasa pemerintah sudah melakukan hal yang on the track dalam menjaga keseimbangan dan kehidupan anak bangsa ini yang beraneka ragam termasuk beraneka ideologi,” kata Nuning saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (4/6/2016).

Nuning mengingatkan, dalam kehidupan berbangsa, stabilitas merupakan yang utama. Karenanya, pemerintah harus menemukan jalan merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk yang sejalan dengan pemikiran komunis untuk melangkah bersama membangun bangsa agar tidak mengembangkan ideologinya.

“Apakah kita harus bunuh mereka berdasarkan dendam-dendam lama? Tentu saja yang harus kita bunuh bukan orangnya, tapi ideologinya. Atau jika masih sulit untuk dibunuh, minimal keberadaan mereka tidak mengganggu stabilitas negara. Mereka harus diajak membangun bangsa dan tak menghidupkan ideologinya,” papar dia.

Namun, jika isu adanya ideologi untuk menggantikan Pancasila kian ramai dan mengancam keutuhan bangsa, apalagi digunakan untuk mengadu-domba masyarakat, pemerintah harus bersikap tegas. Isu bangkitnya PKI memang sensitive, karena berkaitan dengan masa lalu kelam negeri ini, dan diduga pula berpotensi dijadikan alat oleh oknum yang memiliki kepentingan tertentu.

“Tentu saja aparat dan pemerintah harus tegas sikapi hal-hal ekstrem, mau itu kiri atau kanan. Tapi juga bukan berarti mendiamkan pengadu domba bebas memprovokasi bangsa ini untuk berkelahi terus,” tutup Nuning. (fas)

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya