TOP NEWS : Ahok Sebut Wacana Penggusuran Kampung Baru Kebijakan Jokowi

, Jurnalis
Kamis 09 Juni 2016 18:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Heru Haryono/Okezone)
Share :

Pasca-menggusur kawasan Pasar Ikan beberapa waktu lalu, muncul rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menertibkan permukiman ilegal di Kampung Baru, Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara.

Hal tersebut dilakukan untuk melancarkan pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) A setinggi 3,8 meter guna menghalau banjir rob.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, rencana penggusuran ini berawal dari kebijakan Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu masih menjabat sebgai Gubernur DKI pada tahun 2013 silam. Saat merencanakan perluasan Pasar Ikan, Kampung Baru sudah ditertibkan, namun dengan pemberian uang kerahiman.

"Sebetulnya itu gini, kasus Angke waktu itu kita mau perluasan Pasar Ikan, lelang Pasar Ikan di Muara Angke. Di situ lah pertama kali kita mesti memberikan kerohiman, lalu mereka membongkar sendiri. Beberapa datang ke Pak Jokowi, katakan fitnah kami menggusur," kata Ahok di kantor Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Ahok menyebut, dengan uang tersebut warga kemudian membangun kembali permukiman di pesisir laut. Selain faktor perubahan iklim, Ahok menyebut hal itu juga menyebabkan banjir rob kerap terjadi.

"Tahu enggak, abis buka (bongkar rumah sendiri), seneng kan, dapat duit lagi kan, kita (Pemprov) bikin pasar. Lalu dia maju lagi ke laut. Nah, sekarang di Muara Angke sekarang ini sebagian besar adalah yang bongkaran 2013, dia maju ke laut, semua ditancepin ke laut, sekarang laut begitu tinggi," paparnya.

Ahok menjelaskan, pembangunan tanggul untuk menghalau rob wajib dilakukan, jika tak ingin Jakarta tenggelam. Karenanya, langkah penggusuran pun harus diambil. Namun begitu, Ahok menyangkal banjir rob yang terjadi belakangan ini karena proyek Reklamasi Teluk Jakarta.

"Yang pasti, laut naik bukan karena reklamasi. Surut bukan karena dikeruk airnya, ini gaya tarik bulan, saya ulang-ulang ini. Ya dong, pencairan es kutub, karena pemanasan global," tutup Ahok.

Sebelumnya, warga menilai bahwa penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Kampung Baru, Muara Angke, Jakarta Utara terkait dengan proyek Reklmasi Teluk Jakarta.

"Saya curiga, ini (penggusuran) ada hubungannya dengan apartemen Grand Bay atau mungkin ada hubunganya dengan blok G (Pulau G) kata Sarmin, salah seorang warga Kampung Baru.

Sarmin menjelaskan bahwa letak Pulau G berada tepat di depan Kampung Baru. "Kan Blok G ada di seberang sana, kalau di sebelah sana apartemen Green Bay," lanjutnya.

Menurut Sarmin, jika Pemprov DKI tetep akan melakukan rencana pengusuran, maka akan ada banyak dampak yang negatif dirasakan sebagian besar Kampung Baru.

"Jika ini tetap dilaksanakan, maka berdampak dengan orang banyak. Efeknya sangat luas, banyak yang cari makan di sini," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beredar pesan berantai di kalangan masyarakat Kampung Baru soal rencana Pemprov DKI yang akan meratakan bangunan di kawasan tersebut. Rencananya, pengusuran akan dilaksanakan dua pekan menjelang Idul Fitri.

Namum, hingga saat ini, warga Kampung Baru menganggap informasi tersebut simpang siur, lantaran belum menerima surat resmi dari Pemprov DKI.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya