Grajegan, Kampung Orang-Orang Sakti

Agregasi Solopos, Jurnalis
Rabu 15 Juni 2016 09:54 WIB
Ilustrasi
Share :

Sukardi menambahkan, saat itu tak ada rasa dendam di antara orang yang saling beradu kekuatan. Sikap sportif juga dipelihara dengan baik, yang kalah mengakui dan menerima.

“Tidak seperti sekarang ini, kalah berantem mengajak teman-teman, geruduk. Dahulu orang Grajegan cukup disegani warga lain tetapi seiring perubahan zaman, ilmu kesaktian seseorang tidak diwariskan kepada anak turunnya,” tuturnya.

Keberadaan orang sakti di Grajegan saat ini mulai berkurang. Untuk mengenang masa kejayaan tersebut, hanya ada petilasan Kiai Ahmad Dalem yang masih bisa didatangi. Petilasan itu diyakini sebagian warga Grajegan menjadi tempat untuk berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tokoh masyarakat lain, Sutarmin (51) menambahkan, Grajegan memang berasal dari kata grejekan atau cekcok atau pertengkaran, namun itu dilakukan untuk kebaikan. Saat ini ada sebanyak 1.356 kepala keluarga yang bermukim di Grajegan. Mereka hidup akur dan damai.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya