Sementara itu, Kepolisian West Yorkshire menyatakan pihaknya menangkap seorang pria berusia 52 tahun dan menyita sejumlah senjata. Motif serangan tersebut hingga kini belum diketahui.
"Keluarga besar Partai Buruh dan warga di negara ini tergoncang dengan pembunuhan mengerikan terhadap Jo Cox hari ini," kata pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, dalam pernyataan tertulis.
Di sisi lain, para anggota Parlemen Inggris saat ini sedang menjalani reses menjelang referendum Brexit atau referendum terkait keluar atau bertahannya Inggris di Uni Eropa pada 23 Juni 2016 mendatang.
Kubu yang mendukung maupun yang menentang disebutkan bahwa mereka menghentikan untuk sementara waktu aktivitas kampanye mereka.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron juga membatalkan kampanye yang rencananya akan digelar hari ini di Gibraltar, wilayah Inggris yang terletak di sebelah selatan perairan Spanyol.
Hingga kini masih belum diketahui dampak dari pembunuhan Cox terhadap referendum.
"Tidak ada yang bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sampai jelas siapa yang bertanggung jawab dan motivasinya, pembunuhan ini menyebabkan kampanye harus dihentikan saat kubu 'bertahan' ingin terus melanjutkan agendanya," kata John Curtice, profesor ilmu politik dari Universitas Strathclyde.
(Randy Wirayudha)