Pengumuman gencatan senjata ini turut disambut hangat utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah, Jan Egeland. “Selama ini mustahil untuk melakukan perbantuan kemanusiaan di banyak area di Suriah,” tuturnya.
“Pertempuran dan pemboman terus memburuk. Perindungan terhadap populasi sipil terhalang di berbagai area di Suriah,” lanjut Egeland, disadur CBS News, Jumat (17/6/2016).
Pun begitu di lain pihak, kubu pemberontak menyanggah bahwa Aleppo sudah tenang untuk 48 jam dengan adanya gencatan senjata.
“(Pengumuman gencatan) ini sebuah lelucon. Jalan Utama Castello terus dibombardir selama 12 jam terakhir,” sebut salah satu milisi pemberontak, Baraa al-Halaby.
(Randy Wirayudha)