PARIS – Segera setelah hasil referendum resmi menyatakan Inggris keluar dari Uni Eropa, Presiden Prancis Francois Hollande menggelar rapat darurat. Seluruh menteri dipanggil guna membahas tanggapan nasional terkait kepergian Inggris.
Setali tiga uang dengan Perdana Menteri David Cameron, Hollande pun khawatir hasil ini akan semakin menggelorakan semangat partai sayap kanan untuk menyusul Inggris, angkat kaki dari Uni Eropa.
Ketakutan Hollande pun bertambah ketika Ketua Partai Front Nasional Prancis, Marine Le Pen, menyerukan Frexit di Twitter-nya. Menirukan istilah propaganda yang dipakai Nigel Farage dan kawan-kawan untuk mewujudkan harapan Inggris yang mandiri, bebas dari kekang UE.
“Hidup Kebebasan! Seperti yang telah bertahun-tahun saya minta, kita sekarang butuh referendum yang sama di Prancis dan seluruh negara uni Eropa,” sergah Marine, calon kandidat presiden Prancis selanjutnya, sebagaimana disitat dari Express, Jumat (24/6/2016).
Hollande sebelumnya pernah memprediksi bahwa keputusan Inggris untuk meninggalkan UE memang tidak dapat diubah dan sekarang, tentunya mereka akan menghadapi konsekuensi serius yang sangat buruk.
Keputusan rakyat Inggris pada referendum 23 Juni 2016 memang mencengangkan dunia. Tidak hanya Prancis yang ketar-ketir dengan berita ini, sejumlah negara, parlemen dan komisi Benua Biru juga mendadak mengadakan rapat darurat untuk membahas vote bersejarah tersebut.
(Silviana Dharma)