Jelang Referendum, PM Thailand: Saya Bukan David Cameron

Silviana Dharma, Jurnalis
Selasa 28 Juni 2016 21:04 WIB
PM Thailand Prayuth Chan Ocha. (Foto: Reuters/Daily Star)
Share :

BANGKOK – Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha meyakinkan dirinya tidak akan mundur begitu saja seperti yang dilakukan PM Inggris David Cameron usai Brexit, jika hasil referendum pada 7 Agustus mendatang tidak meloloskan rancangan konstitusi yang dia ajukan.

“Kasusnya beda ya. Anda ingin saya mundur? Tidak akan. Saya yang membuat peraturan. Dia (David Cameron) tidak (memiliki kewenangan yang) sama dengan saya. Negaranya tidak memiliki masalah yang sama dengan yang kami hadapi di sini,” kata pemimpin junta militer tersebut menjawab tantangan yang dilontarkan oposisinya, seperti dikutip dari Asian Correspondent, Selasa (28/6/2016).

Rancangan konstitusi yang diajukan Jenderal Prayuth Chan sekarang, merupakan yang kedua kalinya. Rancangan pertamanya sudah ditolak oleh oposisi karena dianggap dapat menjadi celah monopoli kekuasaan bagi partai tertentu.

Pasalnya, proposal tersebut memuat ketentuan bagi senator untuk sepenuhnya ditunjuk oleh parlemen. Alih-alih, dipilih melalui pemilihan umum. Hal ini, menurut Partai Pheu Thai, yang dimakzulkan oleh partai militer pada Mei 2014, akan membuat pemerintahan terpilih tidak berfungsi sebagaimana mustinya.

Sementara pihak yang mengajukan amandemen konstitusi menjelaskan, peraturan baru tersebut justru dapat menghalangi politisi korup untuk duduk di parlemen.

Sejauh ini, sudah lusinan politisi dan aktivis ditangkapi dan dijebloskan ke penjara karena berkampanye dan menyatakan penolakan terhadap rancangan konstitusi tersebut.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya