Jeritan Hati Pedagang Oleh-Oleh di Nagreg

Oris Riswan, Jurnalis
Senin 04 Juli 2016 19:42 WIB
Pedagang oleh-oleh di jalur Negreg (Foto: Oris/Okezone)
Share :

BANDUNG - Sepi pembeli. Itulah kondisi yang dirasakan para pedagang oleh-oleh makanan di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. Meski Nagreg merupakan jalur strategis yang dilintasi pemudik, hal itu tidak berbanding lurus dengan penjualan mereka.

Hal itu dirasakan sejak Lingkar Nagreg dioperasikan pada 2012. Jalan yang semula dua jalur difungsikan menjadi satu jalur. Itu karena kendaraan dari arah timur menuju barat dialihkan ke Lingkar Nagreg.

Kawasan Nagreg sendiri dikenal dengan berbagai oleh-oleh khas Jawa Barat mulai dari kerupuk melarat, opak, serta berbagai macam kue dan makanan ringan lainnya.

Ade, perempuan berusia 50 tahun, merasakan betul dampak adanya Lingkar Nagreg. Ia tidak lagi merasakan omzet seperti dulu di mana dalam sehari saat masa arus mudik dan balik bisa ada ratusan orang yang membeli dagangannya.

"Sekarang mah boro-boro. Jangankan hari biasa, arus mudik seperti sekarang saja sepi," kata Ade saat ditemui di kios tempatnya berjualan, Senin (4/7/2016).

Dalam sehari, ia mengaku sangat sulit mendapatkan pembeli. Jumlah 10 orang yang membeli dagangannya dalam sehari bisa dikatakan banyak. Padahal dulu, sebelum ada Lingkar Nagreg, 10 pembeli saat arus mudik bisa dikatakan sangat sedikit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya