Jeritan Hati Pedagang Oleh-Oleh di Nagreg

Oris Riswan, Jurnalis
Senin 04 Juli 2016 19:42 WIB
Pedagang oleh-oleh di jalur Negreg (Foto: Oris/Okezone)
Share :

"Dulu mah sebelum ada Lingkar Nagreg, usaha ini saja sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang mah enggak bisa diandalkan. Suami harus punya usaha lain, mau itu jadi kuli atau apa," tuturnya.

Ia bahkan mengatakan jika dalam sehari bisa mendapatkan omzet Rp500.000, hal itu terasa sangat besar. "Rp500.000 teh kerasanya kayak berjuta-juta," cetusnya.

Secara pribadi, ia mengaku ingin jalur Nagreg kembali dua jalur seperti dulu. Tapi itu hanya sekedar keinginannya yang akan sulit diwujudkan. Hal itu karena Lingkar Nagreg sudah terlanjur dibangun dan digunakan sejak beberapa tahun terakhir.

"Ya harapannya inginnya dua jalur lagi, biar usaha di sini ramai lagi. Tapi mau bagaimana lagi," ucap Ade.

Kondisi Jalan Raya Nagreg yang menjadi satu jalur menurutnya sangat berdampak pada arus lalu lintas yang menjadi lebih lancar. Bahkan Nagreg kini menjadi jalur cepat.

"Mungkin karena sekarang jalur cepat, jadi pemudik juga kagok (tanggung) kalau mau berhenti beli oleh-oleh," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya