80 Hektare Taman Nasional Tesso Nilo Dibakar

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Selasa 05 Juli 2016 00:16 WIB
Kondisi Taman Nasional Tesso Nilo (Foto: Banda/Okezone)
Share :

PEKANBARU - Kebakaran hebat kembali melanda kawasan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau. Hampir bisa dipastikan kawasan ini sengaja dibakar oleh pelaku yang terus ingin menguasai kawasan yang diperuntukan untuk habitat gajah dan harimau Sumatera.

Ada dua titik kebakaran besar di Taman Nasinoal Tesso Nillo yang seharusnya menjadi tugas organisasi LSM Internasional World Wide Fund for Nature (WWF) dan Balai TNTN.

Kasi Baseops Disops (Dinas Operasi) Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru Mayor Ferry Duwantoro menjelaskan, titik kebakaran berada di Ukui. Kebakaran ini diketahui setelah pesawat air tracktor melakukan patroli.

"Berdasarkan laporan tim Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau diperkirakan area taman nasioal yang terbakar mencapai 80 hektare,"ucapnya Senin (4/7/2016).

Berdasarkan dari pengamatan di lapangan oleh tim Satgas, kebakaran di daerah terlarang yang juga seharusnya menjadi tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini untuk melindunginya ini sengaja dibakar.

"Ini terlihat adanya pondok-pondok yang didirikan perambah di dekat kawasan yang terbakar," tandasnya.

Kebakaran di TNTN sudah sering terjadi. Para perambah yang biasanya dibeking cukong dan aparat yang 'nakal' selama ini leluasa untuk membabat taman nasional.

Taman Nasional Tesso Nilo memiliki luas 83.000 ribu hektar. Namun dalam 10 tahun terakhir, kawasan yang dilindungi negara untuk habitat gajah sudah porak paranda akibat aksi perambahan besar-besaran. Hampir separuh luas areal TNTN kini jadi perkebunan sawit dan pemukiman penduduk.

Sejak dulu, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri sudah mengatahui kalau TNTN sudah porak-poranda akibat perambahan. Ini bisa dilihat beberapa kali menteri kehutanan dari berbarapa era presiden meninjau lokasi, namun saat ini tidak ada jalan keluarnya.

Pembabatan selama ini berdampak langsung terhadap kelangsungan satwa langka gajah dan harimau Sumatera. Sudah banyak gajah dan harimau yang mati akibat diburu para perambah.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya