"Ini terlihat adanya pondok-pondok yang didirikan perambah di dekat kawasan yang terbakar," tandasnya.
Kebakaran di TNTN sudah sering terjadi. Para perambah yang biasanya dibeking cukong dan aparat yang 'nakal' selama ini leluasa untuk membabat taman nasional.
Taman Nasional Tesso Nilo memiliki luas 83.000 ribu hektar. Namun dalam 10 tahun terakhir, kawasan yang dilindungi negara untuk habitat gajah sudah porak paranda akibat aksi perambahan besar-besaran. Hampir separuh luas areal TNTN kini jadi perkebunan sawit dan pemukiman penduduk.
Sejak dulu, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri sudah mengatahui kalau TNTN sudah porak-poranda akibat perambahan. Ini bisa dilihat beberapa kali menteri kehutanan dari berbarapa era presiden meninjau lokasi, namun saat ini tidak ada jalan keluarnya.
Pembabatan selama ini berdampak langsung terhadap kelangsungan satwa langka gajah dan harimau Sumatera. Sudah banyak gajah dan harimau yang mati akibat diburu para perambah.
(Angkasa Yudhistira)