PADANG – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Medi Iswandi membantah informasi adanya pemalakan terhadap pengunjung objek wisata Pantai Air Manis, beberapa hari lalu.
“Kejadian sebenarnya adalah di sepanjang jalan menuju Pantai Air Manis ada beberapa warga yang ikut mengatur lalu lintas dan meminta sumbangan, jadi bukan melakukan pemalakan,” katanya, seperti dikutip dari Harian Singgalang, Selasa 12 Juli 2017, kemarin.
Medi mengatakan, Disbudpar telah mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak meminta sumbangan kepada wisatawan, sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
Namun, masih ada masyarakat yang meminta sumbangan dengan dalih sebagai jasa mengatur lalu lintas, tetapi Disbudpar sudah meminta bantuan polisi untuk membubarkan oknum masyarakat tersebut.
Pihaknya juga menggandeng Polisi Militer (POM) TNI untuk membubarkan peminta sumbangan, karena disinyalir ada oknum TNI yang sedang tidak bertugas ikut menjadi peminta sumbangan.
“Namun ketika POM datang, oknum tersebut telah bubar jadi tidak ada keributan,” ujarnya.
Ia meminta kepada pengunjung objek wisata agar mau melaporkan ke petugas jika menemukan adanya oknum yang melakukan tindak pemalakan.
Sebelumnya diberitakan, terjadi pemalakan oleh oknum warga kepada pengunjung Pantai Air Manis yang terkenal dengan Batu Malin Kundang tersebut. Namun, aparat kepolisian segera membubarkannya, kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi peminta sumbangan berkeliaran di pantai tersebut.
(Fransiskus Dasa Saputra)