TOKYO – Gempa berkekuatan awal 5,2 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah timur Jepang pada Selasa, 19 Juli 2016, namun, pemerintah tidak mengeluarkan peringatan tsunami dan belum ada laporan mengani kerusakan yang ditimbulkan.
Diwartakan Reuters, Selasa (19/7/2016), bangunan di Tokyo dilaporkan berguncang akibat gempa yang berpusat di sebelah timur ibu kota Jepang itu, tapi kekuatan guncangan gempa tidak cukup kuat untuk menjatuhkan benda-benda di lemari.
Gempa adalah sesuatu yang umum terjadi di Jepang.
Pada Minggu, 17 Juli lalu, sebuah gempa berkekuatan sedang juga terjadi di Tokyo mendorong pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Tokai 2 yang dikhawatirkan terkena dampak guncangan. Tidak ada kerusakan ataupun korban yang dilaporkan akibat gempa tersebut.
Pada Maret 2011 gempa berkekuatan 9 SR menghantam Jepang dan menimbulkan tsunami besar yang merusak pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang. Peristiwa ini menyebabkan krisis nuklir di terburuk dalam sejarah setelah peristiwa Chernobyl.
(Rahman Asmardika)