Pilihan kedua, Indonesia bisa saja meninggalkan ASEAN. Menimbang bahwa pekerjaan rumah pemerintah saat ini sudah semakin berat. Lagipula, jika langkah ini diambil, Bakrie menegaskan, "masih sejalan kok dengan visi dari Presiden Jokowi, menjadikan Indonesia poros maritim dunia."
Belum lagi, Indonesia juga harus menyelesaikan pembangunan dan proyeksi kekuatan laut. Dimulai dari green water navy di kawasan, berlanjut ke blue water navy.
Green water navy adalah proyeksi kekuatan laut yang mencakup penempatan kapal cepat rudal dan torpedo yang mampu menjangkau jarak 2000 mil. Terhitung untuk menjaga keamanan di daerah terluar pesisir pantai nasional.
Sementara blue water navy berarti kekuatan laut Indonesia juga menjangkau wilayah samudera dan perairan antarbenua. Kapal yang ada bisa dimanfaatkan untuk diplomasi dan komunikasi politik.
(Silviana Dharma)