Usai meninjau lokasi kerusuhan di Tanjung Balai, Tito menjelaskan kerusuhan awalnya terjadi karena kesalahpahaman antartetangga yang dipicu pengeras suara dari salah satu masjid di sana. Saat pihak yamg bertikai sedang didamaikan, tiba-tiba massa bergerak untuk melakukan perusakan karena mendapatkan informasi bersifat provokatif melalui media sosial.
"Nah, saat di polsek beredarlah pesan di media sosial yang berbau provokatif. Kemudian warga ramai secara sporadis melakukan aski kekerasan, khususnya pembakaran di ada tiga rumah kalau tidak salah, kemudian ada kendaraan," papar Tito.
(Salman Mardira)