JAKARTA - Mantan Sekretaris Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia (HAM) Munir, Usman Hamid, mengatakan telah lima kali menggelar pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyampaikan perkembangan laporan investigasi yang dilakukan TPF.
Hal itu disampaikannya sebagai saksi dalam sidang lanjutan Sengketa Informasi Publik antara Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sebagai pemohon dan Sekretariat Negara (Setneg) sebagai termohon di Kantor KIP, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016).
(Baca: Mantan TPF Kasus Munir Sayangkan Pemerintah Belum Sampaikan Hasil ke Publik)
Usman memaparkan, pertemuan dengan SBY pertama terjadi pada 3 Maret 2005, dan diakhiri pasa 24 Juni 2005. TPF saat itu juga menyerahkan hasil temuannya kepada Presiden SBY.