Keinginan Siti yang berangkat haji pada 2001 ini agar bisa Salat Sunah Mutlak dua rakaat dan berdoa di Raudah akhirnya terkabul. Namun, ada pengalaman gaib saat berada di sana.
Sama seperti jamaah haji lainnya, Siti masuk dari pintu 29. Semua jamaah haji bisa masuk namun untuk salat sangat susah. Saat berada di Raudah, tepatnya di dekat Tiang Fatimah, tiba-tiba ada laskar yang berteriak.
"Saat di situ laskar berteriak kepada saya: 'Ya hajah salat, ya hajah salat'," ujar Siti menirukan perkataan laskar.
Tanpa banyak bertanya, ia pun langsung salat. Anehnya, ada empat laskar perempuan yang menjaganya saat melakukan salat tersebut. Usai salat, Zulaikah pun sempat berdoa hingga tuntas.
Setelah doa selesai langsung diminta untuk bangkit meninggalkan lokasi itu oleh laskar yang lainnya.
"Biasanya ketika bisa salat mengetahui orang salat sudah salam langsung diusur oleh laskar itu. Lha waktu itu saya masih sempat berdoa dan doa hingga tuntas baru diusir. Nah, yang mengusir seingat saya bukan laskar yang meminta saya untuk salat itu," kenangnya.
Siti mengaku heran, setelah usai berdoa laskar yang mempersilakan untuk salat dan tiga penjaga lainnya sudah tidak terlihat lagi. Namun demikian, ia mengaku beruntung sekali bisa Salat Sunah Mutlak dua rakaat dan berdoa di Raudah.
Seperti diketahui, Raudah artinya 'taman' yang menggambarkan kesejukan dan kenikmatan. Raudah yang dimaksud di sini tentu adalah area antara rumah dengan mimbar Nabi sebagaimana hadis sahih Riwayat Bukhari: “Maa baina baitii wa minbarii Raudhoh min riyaadhil jannah, wa minbari ‘alaa haudhii.”
Artinya 'Antara rumahku dan mimbarku adalah Raudah (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam).
Status 'taman surga' inilah yang memotivasi jamaah untuk berburu tempat di depan kiri Masjid Nabawi ini untuk salat dan berdoa.
(Fiddy Anggriawan )