Spekulasi ini semakin menguat tatkala terungkap kemungkinan bahwa jurnalis yang memotret Omran terduduk sendirian di kursi jingga, yakni Mahmoud Raslan, tergabung dalam kelompok teroris Zenki di Suriah. Sejumlah situs organisasi juga ikut menguak keganjilan-keganjilan dalam foto bocah lima tahun itu.
“Sangat mungkin bahwa rekaman itu sejak awal dibuat hanya untuk propaganda. Media Barat selalu menampilkan gambar-gambar seperti ini saat bom dijatuhkan dari pesawat tempur Rusia atau Pemerintah Suriah. Tetapi ketika ada anak-anak yang meninggal karena terimbas serangan udara dari Amerika Serikat, mereka mengatakan itu sebagai insiden yang sangat disayangkan dan bentuk ketidaksengajaan. Kalau Rusia yang mengebom baru dibilang kejahatan terhadap kemanusiaan dan menargetkan warga sipil dengan sengaja,” demikian tulis Mint Press dalam portal berita online-nya.
Keganjilan lain yang terungkap adalah kondisi Orman yang ditinggalkan dalam keadaan berdarah-darah di dalam mobil ambulans. Padahal, umumnya luka pendarahan seharusnya segera diperban untuk menghentikan alirannya.
Selain ditinggalkan tanpa penjagaan petugas medis, juga tidak ada korban lain yang diangkut ke mobil tersebut selain Omran dan kakak perempuannya. Seolah dia memang dibiarkan terduduk seperti itu untuk diabadikan oleh para aktivis dan dijadikan berita seru.
(Silviana Dharma)