Duterte Berkomitmen Bebaskan 9 WNI Sandera Abu Sayyaf

Silviana Dharma, Jurnalis
Jum'at 09 September 2016 22:31 WIB
Kunjungan Presiden Filipina ke Indonesia. (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan sudah ada upaya bersama untuk membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Pemerintah meyakinkan bahasan untuk persoalan tersebut juga telah dilakukan secara intensif dan terus menerus dengan Menlu Filipina Perfecto Yassay dan penasihat Presiden Rodrigo Duterte.

“Komunikasi rutin dengan penasihat Duterte khusus membahas masalah perdamaian. Dalam hal ini memang diperlukan strategi untuk menunjuk satu pejabat untuk berfokus mengurus masalah ini,” ujar Menlu usai menghadiri pertemuan bilateral dengan rombongan Filipina di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Mantan Dubes Indonesia untuk Belanda itu menjelaskan, tugas pejabat khusus tersebut salah satunya adalah melakukan pengawasan terhadap para sandera. Sebagaimana sering dikatakan Menlu Retno, keselamatan para sandera adalah prioritas pemerintah.

“Tadi pagi, saya juga bicara dengan Menlu Filipina. Sekali lagi, alhamdullilah sembilan WNI dalam kondisi sehat. Selain, itu terdapat komitmen kuat dari Presiden Duterte untuk membebaskan mereka secepatnya,” tambah dia.

Sebanyak dua WNI anak buah kapal tug boat Charles 001 sudah dibebaskan. Muhammad Sofyan dan Ismail berhasil kabur dari pengawasan kelompok bersenjata yang menyandera mereka pada Rabu 17 Agustus.

Kepulangan keduanya menjadi kabar gembira bagi Indonesia. Namun, nasib rekan-rekannya yang masih ditawan semakin mengkhawatirkan.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya