BEIJING – China menyebut Amerika Serikat (AS) juga memiliki andil dalam ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea. Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Ash Carter mengatakan, China ikut bertanggung jawab dalam perkembangan nuklir Korea Utara (Korut).
Uji coba nuklir kelima yang dilakukan Korut pada Jumat pekan lalu langsung membuat China terpojok. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu merupakan sekutu terdekat dari Korut, sehingga komunitas internasional merasa China dapat membantu menghentikan ancaman nuklir dari Korut.
Ketika mendengar pernyataan Carter, dikabarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying membalasnya dengan kalimat sarkastis. “Ia (Carter) terlalu sopan,” ujar Chunying, sebagaimana dikutip dari The Tribune, Selasa (13/9/2016).
“Siapa yang memulai masalah harus mengakhirinya (mengarah kepada keterlibatan AS dalam ketegangan di Semenanjung Korea). Saya pikir AS harus menelaah kembali proses dari masalah pengembangan nuklir dan sungguh-sungguh bekerja pada resolusi yang nyata dan efektif,” tutur Chunying.
Selain itu, semenjak pekan kemarin, media di China juga kerap menghubungkan uji coba nuklir Korut dengan penempatan sistem pertahanan rudal THAAD AS di Korea Selatan. Dilaporkan, hal ini sangat ditentang oleh Negeri Tirai Bambu yang mengklaim hal tersebut justru akan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
(Emirald Julio)