NEW YORK – Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, krisis kemanusiaan dan kekerasan di Suriah harus segera berakhir. Ia menyampaikan hal tersebut ketika berpidato di Sidang Majelis Umum PBB yang diadakan di New York, Amerika Serikat.
Pada pidatonya yang berlangsung selama 20 menit, Hollande berusaha menyadarkan para anggota PBB mengenai penderitaan warga Suriah. Ia menekankan gagalnya gencatan senjata di Suriah baru-baru ini merupakan kesalahan dari rezim Presiden Bashar al-Assad.
“Tragedi di Suriah akan dilihat oleh sejarah sebagai aib bagi masyarakat internasional jika kita tidak cepat mengakhirinya,”ujar Hollande, sebagaimana dikutip dari Independent, Rabu (21/9/2016).
Bahkan pada pidatonya itu, Hollande menyebut Kota Aleppo yang saat ini kembali digempur serangan udara sebagai “kota martir”. Presiden Prancis itu juga sempat meminta kepada negara-negara pendukung (Iran dan Rusia) rezim Assad untuk memaksa Pemerintah Suriah menegakkan perdamaian, sebab jika tidak maka mereka juga ikut bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di sana.
“Ribuan anak tewas akibat bom, seluruh populasi kelaparan, konvoi kemanusiaan diserang, senjata kimia digunakan. Saya hanya ingin menyampaikan satu hal di sini: ‘cukup sudah’,” tutur Hollande yang meminta anggota PBB membantu mengakhiri krisis di Suriah.
Dilaporkan, perang sipil yang terjadi di Suriah saat ini sudah memasuki tahun keenam. Setidaknya sudah ada 500 ribu korban jiwa akibat perang tersebut serta jutaan orang yang kehilangan rumahnya dan terpaksa mengungsi.
(Rifa Nadia Nurfuadah)