Gambar yang dimaksud berupa karikatur, menggambarkan Tuhan di surganya melayani pria berjanggut yang merokok di atas ranjangnnya bersama dua perempuan. Pria yang bersikap bak raja itu memanggil Tuhan untuk menyajikan anggur baginya.
Warganet pun geram dan melaporkan kartun itu ke pihak berwajib. Perdana Menteri Yordania, Hani Mulki juga memerintahkan penyelidikan terhadap kartun tersebut. Tidak mau masalah ini berlarut-larut, Hattar menyerahkan diri ke kantor polisi pada 13 Agustus.
Padahal sejatinya ilustrasi itu bukan hasil karya Hattar. Akan tetapi, dia telah dianggap berjasa memopulerkan gambar tersebut dengan cara mengunggahnya di Facebook. Dalam pembelaannya, dia menjelaskan bahwa gambar itu sesuai untuk menampilkan sudut pandangan ISIS yang sebenarnya.
Jurnalis yang terkenal kontroversial itu dibebaskan dengan jaminan pada awal September. Namun dia tetap harus menghadiri sidang lanjutan kasus tersebut.
(Silviana Dharma)