Sampah Antariksa Pernah Jatuh di 3 Provinsi

Syaiful Islam, Jurnalis
Rabu 28 September 2016 19:10 WIB
Sampah antariksa yang ditemukan di Sumenep (Foto: Syaiful Islam/Okezone)
Share :

SURABAYA - Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto menegaskan, bahwa jatuhnya sampah antariksa bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Menurut Rhorom, dari catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), jatuhnya sampah antariksa pernah terjadi pada tiga provinsi di Indonesia, namun semuanya berada di luar Jawa.

"Ada 3 kejadian sebelumnya di Indonesia. Pertama di 1981 ada kejadian di Gorontalo, pecahan roket juga. Tahun 1988 itu di Lampung, dan 2003 di Bengkulu," ungkap Rhorom.

Dijelaskan Rhorom, sampah-sampah antariksa rata-rata jatuh di perairan. Karena peluang untuk jatuh ke permukiman penduduk hanyalah 40 persen. Sehingga ia meminta warga tidak khawatir.

"Benda jatuh dari antariksa itu relatif jarang, probabilitas kena daerah berpenghuni kurang dari 40 persen, karena permukaan bumi sebagian besar lautan. Jadi jangan khawatir," imbuhnya.

Sementara itu, jatuhnya benda antariksa tersebut karena mengalami pembakaran, karena bergesekan dengan atmosfer bumi. Sampah antariksa pecah karena tidak kuat dengan panasnya bumi.

"Berapa lama tergantung orbitnya, lintasannya, apakah dia tinggi atau lonjong nah itu berbeda sekali," tegas Rhorom.

(Ulung Tranggana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya