SUMENEP - Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Jawa Timur menyerahkan benda misterius diduga bagian roket kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
"Benda yang jatuh di Pulau Giliraja dan perairan Giligenting diduga barang antariksa, yakni bagian dari roket. Sesuai UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, semua benda yang terkait keantariksaan harus diteliti oleh LAPAN," ujar Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora, di Sumenep, Kamis (29/9/2016).
Penyerahan sejumlah benda misterius yang diduga bagian dari roket Falcon 9 itu didahului dengan penandatanganan berita acara serah terima barang oleh Joseph Ananta Pinora dan perwakilan tim dari LAPAN Elly Kuntjahyowati di teras Mapolres Sumenep.
Selanjutnya, barang tak dikenal berupa tiga benda menyerupai drum dengan lilitan dari bahan diduga lembaran fiber berwarna hitam, dan satu benda menyerupai radiator dan serpihannya dalam kondisi diduga hangus terbakar, dimasukkan ke mobil untuk dibawa tim LAPAN ke Bandung.
"Semoga penelitian lebih lanjut di LAPAN dapat memperjelas status benda yang jatuh di Pulau Giliraja dan perairan Giligenting tersebut," kata Joseph menambahkan.
Pada Senin 26 September sekitar pukul 09.35 WIB hingga pukul 10.00 WIB, warga melihat dan menemukan benda-benda tersebut jatuh dari udara di beberapa lokasi di Pulau Giliraja dan perairan Giligenting.
Benda-benda yang sebelumnya dinyatakan sebagai barang misterius atau asing itu, dibawa ke Mapolres Sumenep pada Senin sore untuk diselidiki lebih lanjut.
Pada Selasa malam keesokan harinya, tim dari LAPAN yang terdiri atas lima orang datang ke Sumenep untuk meneliti barang-barang tersebut. Tim dari LAPAN menduga benda asing tersebut tangki pendingin (berisi helium) yang merupakan bagian dari roket Falcon 9.