Roket itu diluncurkan dari Amerika Serikat untuk membawa satelit komunikasi milik salah satu perusahaan Jepang pada 14 Agustus 2016. Sesuai data di LAPAN, setelah meluncurkan satelit tersebut, roket Falcon 9 diperkirakan melintas di atas wilayah Pulau Madura pada Senin (26/9) setelah mengorbit beberapa waktu.
Sedangkan tim dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang juga datang ke Sumenep memastikan benda-benda tersebut sudah tidak berbahaya lagi.
"Kami datang ke Sumenep dengan membawa sejumlah peralatan untuk menguji kemungkinan adanya bahan berbahaya pada sejumlah barang tersebut. Hasilnya, benda-benda itu tidak berbahaya," ujar Kasubdit Kesiapsiagaan Bahaya Nuklir Bapeten Moh Ridwan.
Namun, tim dari Bapeten tetap akan memantau sekaligus terus berkomunikasi dengan pimpinan Polres Sumenep untuk mendeteksi kemungkinan adanya dampak atas benda-benda asing yang jatuh itu.
"Kondisinya memang sudah tidak berbahaya sebagaimana hasil tes dari peralatan yang kami bawa. Karena itu, kami juga mempersilakan tim dari LAPAN untuk membawa barang-barang tersebut ke Bandung agar dapat diteliti lebih lanjut," kata Ridwan pula.
Sebelumnya, warga Pulau Giliraja yang menemukan benda-benda tak dikenal itu menduga barang tersebut adalah bom dan bagian dari badan pesawat.
(Rizka Diputra)