JAKARTA - Menyikapi kasus dugaan penipuan yang dilakukan Taat Pribadi dengan modus pelipatgandaan uang di Padepokan Kanjeng Dimas, yang berlokasi di Probolinggo, Jawa Timur, PBNU mengeluarkan seruan moral kepada umat Islam di Indonesia.
Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Nahdlatul Ulama Robikin Emhas menegaskan, PBNU mendukung upaya polisi melakukan pengungkapan kasus dugaan penipuan dengan modus pelipatgandaan uang yang sudah menelan ribuan korban dengan taksiran uang triliunan rupiah.
" Kita dorong polisi ungkap apa motifnya, siapa saja yang terlibat, apa sesungguhnya target dari Taat Pribadi,kepastian informasi ini penting agar kasusnya tidak merembet kemana-mana," jelas Robikin saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (30/9/2016).
PBNU juga mendukung kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan dua anggota padepokannya, Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, yang disebut-sebut sebagai saksi kunci kasus dugaan penipuan Taat Pribadi.
PBNU juga meminta masyarakat untuk lebih realistis dalam mencari rezeki, masyarakat harus lebih jernih dan bekerja keras untuk mendapatkan pundi-pundi ekonomi, terlebih ditengah kondisi ekonomi saat ini yang semakin sulit.