Gaji Kurang, Alasan Anggota TNI Jadi Pengikut Kanjeng Dimas Taat Pribadi

Syaiful Islam, Jurnalis
Sabtu 01 Oktober 2016 09:23 WIB
Kanjeng Dimas Taat Pribadi/Foto Ist
Share :

SURABAYA – Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi dari berbagai kalangan masyarakat, tak kecuali ada anggota TNI menjadi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Tak tanggung-tanggung, satu pengikut Taat yang dari TNI berpangkat kolonel. Disinyalir anggota TNI jadi pengikut Taat karena tergiur iming-iming yang bisa menggandakan uang. Sebab, gaji tentara dinilai masih kurang.

“Ketua yayasannya saja Bu Marwah itu profesor, bisa ikut juga. Tentara apalagi, gaji kita kurang, kalau diiming-imingi seperti itu wajar tergiur," terang Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana, Sabtu (1/10/2016).

Sukadana menjelaskan, pertama kali pihaknya mengetahui hal itu berdasarkan laporan dari intelijen yang ada di lapangan. Kemudian anggota TNI yang menjadi pengikut Taat ditarik dan dilakukan pembinaan.

"Saya tidak mau menutupi, memang ada anggota TNI aktif yang menjadi pengikut Taat. Tetapi, anggota itu sudah diberi pembinaan. Berdasarkan laporan dari intelijen Padepokan Dimas Kanjeng tersebut berpotensi masalah, sebelum kasus itu heboh seperti sekarang yang terjadi," ungkapnya.

Disinggung mengenai mantan anggota TNI yang ikut jadi tersangka dugaan pembunuhan anak buah Dimas Kanjeng, Sukadana mengaku menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Kepolisian. Pasalnya, perbuatan itu melanggar hukum

"Saya dengar ada mantan anggota TNI yang jadi tersangka (kasus dugaan pembunuhan terhadap santri Taat, Ismail dan Abdul Gani), itu sudah ditangani Polri," pungkasnya.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya