YOGYAKARTA - Ribuan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti tradisi nguras enceh atau tempat air di Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul. Mereka percaya, akan mendapat berkah jika menyimpan air hasil kurasan enceh tersebut.
Sejak pagi, warga sudah mendatangi makam yang terletak di atas bukit untuk menyaksikan dan berebut air kurasan enceh yang tepat berada di depan makam raja-raja Mataram.
Enceh yang dikuras yaitu Kiai Mendung dan Nyai Siyem milik makam Raja-raja Surakarta di sebelah kiri pintu makam, Enceh Nyai Danumurti, dan Kiai Danumaya milik makam Raja Yogyakarta di sebelah kanan pintu masuk makam.
Untuk diketahui, enceh berasal dari kawasan taklukan Sultan Agung yang merupakan pendiri Mataram. Kiai Mendung misalnya, berasal dari Istanbul, Turki; Nyai Siyem dari Siam Bangkok, Thailand; Kiai Danumaya dari Samudera Pasai Aceh; dan Nyai Danumurti dari Palembang.
Salah seorang abdi dalem kraton, penghageng makam raja-raja Imogor, KRT Hasto Ningrat mengungkapkan enceh dibersihkan setahun sekali, yaitu setiap bulan Suro atau Muharam dalam kalender Islam.
Tradisi ritual tahunan yang selalu dilaksanakan setiap hari Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
"Ini tradisi turun temurun yang harus tetap dijaga," katanya kepada wartawan, Jumat (7/10/2016).