RIYADH - Koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional membantah melancarkan serangan udara ke satu pemakaman di Sanaa. Menurut pemberontak, serangan tersebut menewaskan lebih dari 100 orang.
Dalam pernyataan resminya, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan mereka tidak menggelar operasi di lokasi tersebut dan "sebab lain" insiden itu harus dipertimbangkan. Mereka menyatakan, "Sejak dahulu menghindari perkumpulan semacam itu dan (mereka) tidak pernah menjadi target serangan."
Pemberontak Houthi yang didukung Iran menyerbu Sanaa pada September 2014 dan menguasai sejumlah wilayah di Yaman, membuat pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi terpaksa harus melarikan diri dari Ibu Kota. Lebih dari 6.700 orang, sebagian besar warga sipil, tewas di Yaman sejak koalisi mengintervensi untuk mendukung Hadi pada Maret tahun lalu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, serangan ke aula pemakaman di Kota Sanaa terjadi pada Sabtu 8 Oktober. Sebelumnya dilaporkan bahwa korban jiwa dalam serangan ini terdiri dari petugas keamanan dan jajaran pimpinan pemberontak Syiah Houthi. Selama ini, Houthi terus melancarkan gempuran ke arah pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.
(Rifa Nadia Nurfuadah)