Diteror karena Unggah Pidato Ahok, Buni: Saya Bukan Timses di Pilgub DKI!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Senin 10 Oktober 2016 19:48 WIB
Buni Yani (Foto: Facebook)
Share :

JAKARTA - ‎Pemilik akun Facebook Si Buni Yani (SBY) membantah dirinya jadi salah satu tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di Pilgub DKI Tahun 2017.

Tujuannya mengunggah ucapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke media sosial sebagian bagian dari kritik. Menurutnya, mantan Bupati Belitung Timur itu sudah memulai kampanye di luar waktu yang ditentukan.

"‎Saya tidak menjadi tim sukses. Apakah sudah ada yang mengecek kalau saya masuk menjadi salah satu tim pendukung calon cagub?," tanya Buni di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/10/2016).

"Saya dulu wartawan lho, saya tahu apa yang saya lakukan. Emangnya bodoh apa saya mau masuk penjara karena saya memfitnah. Dan saya dosen, saya sudah baca UU ITE, UU Pers dan Penyiaran‎," lanjut dia.

Buni mengatakan, peneror dirinya menggunakan nomor telefon kantornya. Si peneror mengancam akan menyerbu kampus tempatnya mengajar. "Dia mencari saya dengan nada marah-marah. Menghardik orang di sana dan akan membawa orang yang akan menyerbu kampus saya. Karena saya cinta sama kampus saya, saya memutuskan keluar dari kantor saya. Ini permasalahan saya sendiri. Jadi janggan diplintir dong, yang sana membawa pesan kenapa di sini yang mau dipolitisir," kilahnya.

Bagi seorang akademisi, Buni memastikan telah menakar segala aktivitasnya, termasuk di media sosial. Bahkan, ia mengklaim akun Facebook bernama SBY bukan milikny,  lantaran Facebook miliknya bernama Buni Yani.

"‎Salah itu salah semua. Jadi bukan Si Buni Yani. Saya sudah dari tahun 2008 pakai akun itu. Bukti print out ataupun transkip online bahwa orang yang kita laporkan berkoar-koar saya punya niat jahat. Dan juga ada akun FB-nya saya dibilang provokator. Ini tidak main-main!," geramnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya