Karsidi mengaku para nelayan akan tidak melaut dimulai dari bulan November mendatang pasalnya cuaca akan sangat ekstrem jika dipaksakan untuk pergi melaut.
"Untuk itu, sekarang masih banyak nelayan yang bertahan melaut untuk bekal ketika mereka tidak bisa melaut dan banyak juga nelayan yang akan beralih profesi menjadi kuli kasar hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka," terangnya.
Sementara, nelayan asal Indramayu, Ujang (44) mengaku para nelayan setempat yang kapasitas perahunya di bawah 30 gross ton lebih memilih tidak melaut ketika cuaca buruk.
"Kalau perahu kecil kan lebih berbahaya ketika terkena gelombang ombak yang tinggi. Resikonya juga lebih berat," ujarnya.
Ujang menambahkan nelayan yang kapasitas perahunya diatas 30 gross ton, saat ini tetap melaut. Akan tetapi, mereka pun selalu dihantui rasa takut dengan cuaca yang sering berubah.
(Khafid Mardiyansyah)