Keputusan Jakim tersebut memunculkan pertentangan di kalangan pemerintah Malaysia sendiri.
"Hot dog adalah hot dog-lah. Bahkan di dalam bahasa Malaysia juga disebut hot dog, sudah seperti itu lama sekali. Saya seorang Muslim dan saya tidak tersinggung," kata Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Nazri Aziz, sebagaimana dilaporkan media setempat.
"Itu berasal dari bahasa Inggris. Tolong jangan buat kami kelihatan bodoh dan terbelakang," tandasnya.
Berdasarkan panduan halal di Malaysia, "makanan halal dan perasa buatan halal tidak boleh dinamakan atau namanya disamakan dengan produk-produk nonhalal seperti ham, bak kut teh, bacon, bir, rum dan produk-produk lain yang mungkin menimbulkan kebingungan," lapor media setempat.
Namun sebagian warga Malaysia paham bahwa "hot dog" dan produk-produk lain seperti "root beer" tidak mengandung anjing atau bir. Pada umumnya pemeluk Islam di Malaysia adalah Islam moderat tetapi sikap-sikap konservatif dilaporkan belakangan ini meningkat.
(Rifa Nadia Nurfuadah)