Hasmi, Komikus Gundala Putra Petir yang Setia dengan Teknik Manual Tangan

Agregasi Kedaulatan Rakyat, Jurnalis
Senin 07 November 2016 11:44 WIB
Hasmi, komikus Gunda Putra Petir (KRjogja)
Share :

YOGYAKARTA – Gundala Putra Petir, tokoh superhero dalam komik tahun 1970-an, rekaan pengarang asal Yogya, Hasmi sangat terkenal pada zamannya. Melalui tangan kreatifnya, Hasmi berhasil menghadirkan komik jagoan khas Indonesia. Gundala bisa berlari secepat kilat, sakti karena bisa mengeluarkan petir dahsyat, tampil menyelamatkan dunia.

Minggu 6 November 2016, siang kemarin, komikus Hasmi meninggal dunia di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, karena sudah beberapa hari menderita sakit. Rencananya, Hasmi akan dimakamkan hari ini, Senin (7/11/2016) siang di makam seniman Girisapto Imogiri, Bantul.

Meninggalnya komikus yang memiliki nama asli Harya Suryaminata ini sangat mengejutkan di kalangan para seniman, komikus dan juga sahabat Hasmi. Ia meninggalkan seorang istri, Mujiyati dan dua orang anak yakni Sekar Dewangga dan Ainun Anggita Mukti.

Dalam pandangan banyak sahabatnya, Hasmi atau biasa dipanggil Nemo masih konsisten berkarya. Meski teknologi telah berubah, Hasmi tetap konsisten menggambar komik dengan teknik manual tangan tanpa bantuan gambar komputer.

Bekal Hasmi berkarya menggambar komik hanyalah pensil gambar, kuas, tinta dan kertas gambar. Itulah ciri khas Hasmi yang justru jadi bobot istimewa goresan gambarnya. Meski nama dan karyanya populer dikenal di Indonesia, bahkan pernah diangkat di layar kaca, namun kehidupan pengarangnya bersahaja.

"Sampai meninggal dunia, rumahnya masih kontrak di Karangwaru Lor Yogyakarta. Memang penghargaan untuk tokoh berkesenian masih kurang," jelas sahabat Hasmi, Fajar Sungging, seperti dikutip dari KRjogja.

Menurut Fajar, sosok Hasmi mulai dikenal karya-karya komiknya mulai tahun 1969. Waktu itu ada upaya untuk menghadirkan tokoh superhero yang khas Indonesia. Hasmi menghadirkan tokoh komik Gundala Putra Petir, sedangkan komikus Wid NS melahirkan tokoh komik Godam.

"Karya-karya Hasmi ternyata banyak diapresiasi masyarakat. Kepopuleran tokoh komik Gundala kreasi Hasmi terus berlanjut hingga era tahun 1980-an. Setelah itu komik dianggap mati karena tidak ada produk lagi. Hingga kemudian Hasmi juga bergelut di dunia teater, film dan sinetron, meski sebenarnya berencana akan di filmkan lagi," papar Fajar.

Hasmi dirawat di RS Bethesda Yogya sekira 10 hari. Seminggu lalu ia menjalani operasi usus. Kepergian Hasmi membuat semua orang merasa kehilangan. Hasmi selama berkiprah dalam dunia seni selain dikenal komikus, aktif berteater bersama Teater Stemka Yogyakarta, ikut bermain produksi Teater Gandrik diantaranya, ketika pentas lakon Gundala Putera Petir.

"Dia produktif menulis skenario film misal cerita 'Kelabang Sewu', Lorong Sesat, Harta Karun Rawa Jagitan dan cerita film lainnya. Bahkan ia menulis cerita Ketoprak Sayembara TVRI Yogyakarta lakon 'Siung Macan Kumbang', bermain sinetron serial 'Gatutkaca' produksi TVRI Yogyakata berperan menjadi Sengkuni," papar Fajar Sungging.

Komik Gundala Putera Petir, termasuk komik populer di Indonesia, sejajar dengan komik Si Buta dari Gua Hantu (Ganes TH), Panji Tengkorak (Hans Jaladara), dan Godam (Wid NS). Selamat jalan Mas Hasmi.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya