WELLINGTON – Gelombang pertama tsunami yang ditimbulkan gempa dahsyat yang mengguncang Selandia Baru dilaporkan telah menghantam pantai timur Negeri Kiwi itu. Badan Pertahanan Sipil Selandia Baru memperingatkan, gelombang lain yang lebih besar mungkin masih akan muncul menyusul gelombang pertama setinggi 2 meter yang tercatat di Kaikoura itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Selandia Baru diguncang gempa dahsyat pada Minggu, 13 November waktu setempat. Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter (SR) itu berpusat di kedalaman 15 kilometer di lokasi yang berjarak 46 kilometer dari Kota Amberley. Demikian dilaporkan Guardian, Senin (14/11/2016).
Guncangan dahsyat tersebut diikuti sejumlah gempa susulan yang berkekuatan antara 4,9 SR sampai 6,2 SR. Pemerintah Selandia Baru juga mendeteksi terjadinya tsunami dengan ketinggian antara 3 sampai 5 meter yang menghantam wilayah pantai timur Pulau Utara dan Selatan serta mengimbau warganya untuk tidak berada di perairan dan mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan parah pada bangunan dan jalanan akibat guncangan gempa. Seorang korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa bangunan di Kaikora. Namun, belum ada detail lebih jauh mengenai hal ini.
Ini bukanlah pertama kalinya Selandia Baru diguncang gempa dahsyat. Pada 2011, gempa berkekuatan 6,3 SR yang terjadi di Christchurch menewaskan 185 orang dan melukai ratusan lainnya. (dka)
(Rifa Nadia Nurfuadah)