Beberapa pihak menyambut baik kebijakan ini. Seperti yang diungkap Kepala Bioskop di Maharashtra, Nitin Datar. Namun sebagian masyarakat berpendapat menumbuhkan rasa nasionalisme seharusnya tidak melalui paksaan.
"Nasionalisme tidak berarti kami harus berdiri tegap setiap kali mendengar lagu kebangsaan diputar, tetapi bersiap untuk membela negara, membela apa yang benar. Lebih baik dorong kami untuk itu," ujar Surabhi, pemuda Delhi berumur 22 tahun.
Surabhi menambahkan, kebijakan itu juga sudah menyalahi tujuan utama masyarakat ke bioskop. "Kita kalau ke bioskop maunya tenang, santai, menyenangkan diri dan menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman. Lagu nasional boleh saja diputar sebelum pidato kenegaraan dimulai atau saat parade Republic Day, upacara di sekolah. Kalau sebelum film dimulai, tidak ada gunanya," tukas dia.
(Rifa Nadia Nurfuadah)