KOTAWARINGIN BARU - Sedikitnya 3.500 ayam jenis ras atau yang lebih dikenal ayam potong berusia 30 hari milik Bejo (32) warga Jalan Bina Karya, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah tewas tertimpa kandang yang roboh pascaangin badai yang menerjang Sampit, pada Kamis 8 Desember 2016..
Pemilik ribuan ayam, Bejo dan Mamat masih terlihat sedih melihat runtuhan kandang ayam yang selama ini dikelola keduanya karena sudah rata dengan tanah. "Habis semuanya, padahal 5 sampai 10 hari lagi sudah siap panen, 3.500 totalnya, ya mati semua," ungkap Bejo di lokasi, Jumat (9/12/2016).
Saat kejadian, hujan disertai angin kencang melanda saat Mamat selesai memberikan makan ayam-ayamnya. Namun, ia bergegas keluar lantaran kandang ayam mulai bergoyang-goyang terkena hempasan angin.
"Karena anginnya sangat kencang dan kandang goyang-goyang, saya lari keluar, tidak lama roboh semuanya," tuturnya dengan sedih.
Pantauan di lapangan, kandang dengan panjang lebih dari 12 meter berdiri terpisah di lahan khusus milik Bejo. Sedangkan satu kandang lagi dengan panjang dan lebar yang hampir sama juga ikut roboh.
"Mau gimana lagi, memang sudah terjadi begini, yang pasti nilainya di atas Rp50 juta, satu kandangnya, kita masih belum totalan, biasanya kita totalan sesudah panen," ungkap Bejo.
Sejauh ini, Bejo dan Mamat yang juga sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu menggeluti usaha ayam potong sejak enam bulan terakhir. Mereka pun belum sempat banyak menikmati hasil usahanya.
"Untuk sementara kita istirahat dulu, kejadian ini membuat kita trauma, karena tidak masuk dalam hitungan kendala saat kita mengurusi ayam-ayam ini," pungkasnya.
(Arief Setyadi )