"Mau gimana lagi, memang sudah terjadi begini, yang pasti nilainya di atas Rp50 juta, satu kandangnya, kita masih belum totalan, biasanya kita totalan sesudah panen," ungkap Bejo.
Sejauh ini, Bejo dan Mamat yang juga sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu menggeluti usaha ayam potong sejak enam bulan terakhir. Mereka pun belum sempat banyak menikmati hasil usahanya.
"Untuk sementara kita istirahat dulu, kejadian ini membuat kita trauma, karena tidak masuk dalam hitungan kendala saat kita mengurusi ayam-ayam ini," pungkasnya.
(Arief Setyadi )