“Kami tiba di rumah sakit pukul 08.00 untuk mengurus administrasi dan melihat jasad anak saya. Lewat pukul 12.00, seorang petugas memberitahu dokter bahwa putra saya masih hidup,” urai ayah Mkhize.
Dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh. Akan tetapi untuk kedua kalinya, sang putra dinyatakan meninggal.
“Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan kehilangan ini dengan kata-kata. Apa yang terjadi pada putra saya, membiarkan dia menghabiskan malam dan paginya di lemari pendingin jenazah, jelas sebuah kesalahan,” tukasnya.
(Silviana Dharma)